Minggu, 01 Juli 2018

MAKALAH PENJAS - PENCAK SILAT


Hai semuanya!
Hari ini aku akan membagikan untuk bahan referensi dalam pembuatan makalah Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan "OLAHRAGA PENCAK SILAT" . Setiap sekolah punya rentang nilainya masing-masing, tapi gak ada salahnya kan untuk share data-data di leptopku yang sudah membludak ini huhu.
[Teliti ulanglah data, kaji lagi, siapa tau ada yang salah]

jangan lupa, di daftar pustaka tambahkan link blog aku wkwk 







TUGAS MAKALAH PENDIDIKAN JASMANI, OLAH RAGA, DAN KESEHATAN
“OLAHRAGA PENCAK SILAT”



DIBUAT OLEH :
KHUSNITA AZIZAH          (19)
Kelas X MIA 6


SMA NEGERI 1 KALIANDA
Alamat Jln. Kol Makmum Rasyid No.149 Kalianda , Kab Lampung Selatan , Lampung, Telepon/fax (0727) 322152



KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT  Yang Maha Rahman, atas segala rahmatnya yang telah diberikan kepada hambanya sehingga makalah “Olahrag Pencak Silat” ini dapat tersusun hingga selesai.
Tidak lupa kami berterimakah kepada semua pihak yang ikut mensupport penyusunan makalah ini, baik dukungan moriel maupun materiel.
Besar harapan, semoga makalah ilmiah ini dapat menambah pengetahuan para pembaca sehingga bisa di implementasikan dan bermanfaat bagi masyarakat.
Karena keterbatasan pengetahuan yang saya miliki, saya menyadarai masih banyak kekurangan dari makalah ilmiah ini. Oleh karen itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca demi kesempurnaaan makalah ini.

Sidomulyo, 13 Mei 2018

Khusnita Azizah



DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..................................................................................................         i
DAFTAR ISI............................................................................................................. ..........  ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................................         1
A.    Latar Belakang.................................................................................................           1
B.     Rumusan Masalah.............................................................................................          1
C.     Tujuan............................................................................................................ ..........  2
BAB II PEMBAHASAN...............................................................................................       3
A.    Pengertian Pencak Silat.....................................................................................         3
B.     Sejarah Pencak Silat...........................................................................................         3
C.     Unsur - Unsur dalam Olahraga Pencak Silat........................................................6
D.    Istilah - Istilah dalam Olahraga Pencak Silat........................................................      6
E.     Gelanggang dan Perlengkapan dalam Olahraga Pencak Silat.................................   7
F.      Gerakan/Teknik dalam Pencak Silat....................................................................       8
G.    Nilai Positif Adanya Pencak Silat......................................................................        13
H.     Jenis Organisasi Pencak Silat di Tingkat Nasional maupun Internasional...............  13
BAB III PENUTUP.....................................................................................................          14
A.    Kesimpulan......................................................................................................           14
B.     Saran................................................................................................................           14
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................................          15
CATATAN..................................................................................................................           16




BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pencak silat merupakan warisan budaya bangsa Indonesia yang sudah tumbuh dan berkembang ke manca negara. Walau sejarah tidak bisa menunjukkan secara pasti kapan lahirnya pencak silat, namun pencak silat sudah lahir di bumi pertiwi sejak peradaban manusia. Sejak jaman pra sejarah sudah lahir  ilmu beladiri yang sederhana guna mempertahankan hidup dari ganasnya alam.
Pada jaman kerajaan-kerajaan beladiri berkembang sebagai alat berkuasa, baik mempertahankan kerajaannya maupun untuk menyerang lawan. Tahun 1019-1041 istilah pencak silat mulai muncul sejak kerajaan Kahuripan dengan nama “Eh Hok Hik”. Pada jaman penjajahan peran pencak silat sangat besar dalam membantu pertahanan negara untuk mengusir penjajah.
Pertumbuhan dan perkembangan pencak silat pada jaman kemerdekaan amat pesat, dengan terbentuknya wadah organisasi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) tahun 1948. Pada tanggal 11 Maret 1980 IPSI didukung tiga negara Malaysia, Singapura, dan Brunai Darusalam membentuk Federasi Pencak Silat Internasional disebut PERSILAT (Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa), dan tahun 1987 untuk pertama kali pencak silat secara resmi masuk Sea Games XIV. Keberhasilan pencak silat menjadi cabang olahraga di Sea Games, memacu PB IPSI untuk melakukan eksibisi di Asian Games XIV Busan Korea Selatan. Tidak hanya berhenti disitu saja pencak silat telah mengadakan Kejuaraan Dunia ke-11 kali, dan perkembangan terakhir anggota PERSILAT mencapai 46 negara yang tersebar di benua Asia, Eropa, Australia, dan Amerika.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana sejarah terbentuk dan berkembangnya olahraga pencak silat ?
2.      Apa itu pencak silat ?
3.      Apa saja yang termasuk unsur-unsur dalam olahraga pencak silat ?
4.      Apa istilah-istilah yang sering digunakan dalam olahraga pencak silat ?
5.      Bagaimana gelanggang dalam olahraga pencak silat ?
6.      Apa saja perlengkapan yang dibutuhkan dalam olahraga pencak silat ?
7.      Bagaimana gerakan dan teknik dalam olahraga pencak silat ?

C.    Tujuan
1.      Memberikan wawasan yang lebih luas tentang pencak silat untuk penulis dan pembaca.
2.      Dapat menjadikan makalah ini sebagai referensi dalam pembelajaran tentang materi pencak silat




BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Pencak Silat
Pengertian pencak silat menurut IPSI adalah hasil budi daya manusia Indonesia untuk membela dan mempertahankan eksistensi (kemandirian) dan integritas (kemanunggalan) terhadap lingkungan alam dan sekitarnya untuk mencapai keselarasan hidup dalam meningkatkan iman dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

B.     Sejarah Pencak Silat
Sejarah Nenek moyang bangsa Indonesia telah memiliki cara pembelaan diri yang ditujukan untuk melindungi dan mempertahankan kehidupannya atau kelompoknya dari tantangan alam. Mereka menciptakan bela diri dengan menirukan gerakan binatang yang ada di alam sekitarnya, seperti gerakan kera, harimau, ular, atau burung elang. Asal mula ilmu bela diri di nusantara ini kemungkinan juga berkembang dari keterampilan suku-suku asli Indonesia dalam berburu dan berperang dengan menggunakan parang, perisai, dan tombak, misalnya seperti dalam tradisi suku Nias yang hingga abad ke-20 relatif tidak tersentuh pengaruh luar.
Silat diperkirakan menyebar di kepulauan nusantara semenjak abad ke-7 masehi, akan tetapi asal mulanya belum dapat ditentukan secara pasti. Kerajaan-kerajaan besar, seperti Sriwijaya dan Majapahit disebutkan memiliki pendekar-pendekar besar yang menguasai ilmu bela diri dan dapat menghimpun prajurit-prajurit yang kemahirannya dalam pembelaan diri dapat diandalkan. Peneliti silat Donald F. Draeger berpendapat bahwa bukti adanya seni bela diri bisa dilihat dari berbagai artefak senjata yang ditemukan dari masa klasik (Hindu-Budha) serta pada pahatan relief-relief yang berisikan sikap-sikap kuda-kuda silat di candi Prambanan dan Borobudur. Dalam bukunya, Draeger menuliskan bahwa senjata dan seni beladiri silat adalah tak terpisahkan, bukan hanya dalam olah tubuh saja, melainkan juga pada hubungan spiritual yang terkait erat dengan kebudayaan Indonesia. Sementara itu Sheikh Shamsuddin (2005) berpendapat bahwa terdapat pengaruh ilmu bela diri dari Cina dan India dalam silat. Hal ini karena sejak awal kebudayaan Melayu telah mendapat pengaruh dari kebudayaan yang dibawa oleh pedagang maupun perantau dari India, Cina, dan mancanegara lainnya.
Pencak silat telah dikenal oleh sebagian besar masyarakat rumpun Melayu dalam berbagai nama. Di semenanjung Malaysia dan Singapura, silat lebih dikenal dengan nama alirannya yaitu gayong dan cekak. Di Thailand, pencak silat dikenal dengan nama bersilat, dan di Filipina selatan dikenal dengan nama pasilat. Dari namanya, dapat diketahui bahwa istilah "silat" paling banyak menyebar luas, sehingga diduga bahwa bela diri ini menyebar dari Sumatera ke berbagai kawasan di rantau Asia Tenggara.
Tradisi silat diturunkan secara lisan dan menyebar dari mulut ke mulut, diajarkan dari guru ke murid, sehingga catatan tertulis mengenai asal mula silat sulit ditemukan. Sejarah silat dikisahkan melalui legenda yang beragam dari satu daerah ke daerah lain. Legenda Minangkabau, silat (bahasa Minangkabau: silek) diciptakan oleh Datuk Suri Diraja dari Pariangan, Tanah Datar di kaki Gunung Marapi pada abad ke-11. Kemudian silek dibawa dan dikembangkan oleh para perantau Minang ke seluruh Asia Tenggara. Demikian pula cerita rakyat mengenai asal mula silat aliran Cimande, yang mengisahkan seorang perempuan yang mencontoh gerakan pertarungan antara harimau dan monyet. Setiap daerah umumnya memiliki tokoh persilatan (pendekar) yang dibanggakan, misalnya Prabu Siliwangi sebagai tokoh pencak silat Sunda Pajajaran, Hang Tuah panglima Malaka, Gajah Mada mahapatih Majapahit dan Si Pitung dari Betawi.
Perkembangan silat secara historis mulai tercatat ketika penyebarannya banyak dipengaruhi oleh kaum penyebar agama Islam pada abad ke-14 di nusantara. Kala itu pencak silat diajarkan bersama-sama dengan pelajaran agama di surau atau pesantren. Silat menjadi bagian dari latihan spiritual. Dalam budaya beberapa suku bangsa di Indonesia, pencak silat merupakan bagian tak terpisahkan dalam upacara adatnya. Misalnya kesenian tari Randai yang tak lain adalah gerakan silek Minangkabau kerap ditampilkan dalam berbagai perhelatan dan acara adat Minangkabau. Dalam prosesi pernikahan adat Betawi terdapat tradisi "palang pintu", yaitu peragaan silat Betawi yang dikemas dalam sebuah sandiwara kecil. Acara ini biasanya digelar sebelum akad nikah, yaitu sebuah drama kecil yang menceritakan rombongan pengantin pria dalam perjalanannya menuju rumah pengantin wanita dihadang oleh jawara (pendekar) kampung setempat yang dikisahkan juga menaruh hati kepada pengantin wanita. Maka terjadilah pertarungan silat di tengah jalan antara jawara-jawara penghadang dengan pendekar-pendekar pengiring pengantin pria yang tentu saja dimenangkan oleh para pengawal pengantin pria.
Silat lalu berkembang dari ilmu beladiri dan seni tari rakyat, menjadi bagian dari pendidikan bela negara untuk menghadapi penjajah asing. Dalam sejarah perjuangan melawan penjajah Belanda, tercatat para pendekar yang mengangkat senjata, seperti Panembahan Senopati, Sultan Agung, Pangeran Diponegoro, Teuku Cik Di Tiro, Teuku Umar, Imam Bonjol, serta para pendekar wanita, seperti Sabai Nan Aluih, Cut Nyak Dhien, dan Cut Nyak Meutia.
Silat saat ini telah diakui sebagai budaya suku Melayu dalam pengertian yang luas, yaitu para penduduk daerah pesisir pulau Sumatera dan Semenanjung Malaka, serta berbagai kelompok etnik lainnya yang menggunakan lingua franca bahasa Melayu di berbagai daerah di Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan pulau-pulau lain-lainnya yang juga mengembangkan beladiri ini.
Menyadari pentingnya mengembangkan peranan pencak silat maka dirasa perlu adanya organisasi pencak silat yang bersifat nasional, yang dapat pula mengikat aliran-aliran pencak silat di seluruh Indonesia. Pada tanggal 18 Mei 1948, terbentuklah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kini IPSI tercatat sebagai organisasi silat nasional tertua di dunia.
Pada 11 Maret 1980, Persatuan Pencak Silat Antarbangsa (Persilat) didirikan atas prakarsa Eddie M. Nalapraya (Indonesia), yang saat itu menjabat ketua IPSI. Acara tersebut juga dihadiri oleh perwakilan dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam. Keempat negara itu termasuk Indonesia, ditetapkan sebagai pendiri Persilat.
Beberapa organisasi silat nasional antara lain adalah Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Indonesia, Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia (PESAKA) di Malaysia, Persekutuan Silat Singapore (PERSIS) di Singapura, dan Persekutuan Silat Brunei Darussalam (PERSIB) di Brunei. Telah tumbuh pula puluhan perguruan-perguruan silat di Amerika Serikat dan Eropa. Silat kini telah secara resmi masuk sebagai cabang olahraga dalam pertandingan internasional, khususnya dipertandingkan dalam SEA Games.
C.    Unsur- Unsur dalam Olahraga Pencak Silat
Unsur-unsur yang terdapat dalam pencak silat adalah sebagai berikut.      
1.       Olahraga
2.       Kesenian
3.       Bela diri
4.       Pendidikan mental kerohanian.
5.       Persaudaraan menuju persatuan.
D.    Istilah – Istilah dalam Olahraga Pencak Silat

1.      Kuda-kuda: adalah posisi menapak kaki untuk memperkukuh posisi tubuh. Kuda-kuda yang kuat dan kukuh penting untuk mempertahankan posisi tubuh agar tidak mudah dijatuhkan. Kuda-kuda juga penting untuk menahan dorongan atau menjadi dasar titik tolak serangan (tendangan atau pukulan).
2.      Sikap dan Gerak: Pencak silat ialah sistem yang terdiri atas sikap (posisi) dan gerak-gerik (pergerakan). Ketika seorang pesilat bergerak ketika bertarung, sikap dan gerakannya berubah mengikuti perubahan posisi lawan secara berkelanjutan. Segera setelah menemukan kelemahan pertahanan lawan, maka pesilat akan mencoba mengalahkan lawan dengan suatu serangan yang cepat.
3.      Langkah: Ciri khas dari Silat adalah penggunaan langkah. Langkah ini penting di dalam permainan silat yang baik dan benar. Ada beberapa pola langkah yang dikenali, contohnya langkah tiga dan langkah empat.
4.      Kembangan: adalah gerakan tangan dan sikap tubuh yang dilakukan sambil memperhatikan, mewaspadai gerak-gerik musuh, sekaligus mengintai celah pertahanan musuh. Kembangan utama biasanya dilakukan pada awal laga dan dapat bersifat mengantisipasi serangan atau mengelabui musuh. Seringkali gerakan kembangan silat menyerupai tarian atau dalam maenpo Sunda menyerupai ngibing (berjoget). Kembangan adalah salah satu bagian penilaian utama dalam seni pencak silat yang mengutamakan keindahan gerakan.
5.      Buah: Pencak Silat memiliki macam yang banyak dari teknik bertahan dan menyerang. Secara tradisional istilah teknik ini dapat disamakan dengan buah. Pesilat biasa menggunakan tangan, siku, lengan, kaki, lutut dan telapak kaki dalam serangan. Teknik umum termasuk tendangan, pukulan, sandungan, sapuan, mengunci, melempar, menahan, mematahkan tulang sendi, dan lain-lain.
6.      Jurus: pesilat berlatih dengan jurus-jurus. Jurus ialah rangkaian gerakan dasar untuk tubuh bagian atas dan bawah, yang digunakan sebagai panduan untuk menguasai penggunaan teknik-teknik lanjutan pencak silat (buah), saat dilakukan untuk berlatih secara tunggal atau berpasangan. Penggunaan langkah, atau gerakan kecil tubuh, mengajarkan penggunaan pengaturan kaki. Saat digabungkan, itulah Dasar Pasan, atau aliran seluruh tubuh.
7.      Sapuan dan Guntingan: adalah salah satu jenis buah (teknik) menjatuhkan musuh dengan menyerang kuda-kuda musuh, yakni menendang dengan menyapu atau menjepit (menggunting) kaki musuh, sehingga musuh kehilangan keseimbangan dan jatuh.
8.      Kuncian: adalah teknik untuk melumpuhkan lawan agar tidak berdaya, tidak dapat bergerak, atau untuk melucuti senjata mu.

E.     Gelanggang dan Perlengkapan dalam Pertandingan Pencak Silat

1.      . Perlengkapan Gelanggang Pencak Silat
1.1                  Gelanggang dapat di lantai dan dilapisi matras setebal 5 cm, ukuran 10 m x 10 m warna dasar hijau terang dan garis putih setebal 5 cm, bidang berbentuk lingkaran diameter 8 m, lingkaran tengah diameter 3 m.
1.2                  Meja dan kursi pertandingan.
1.3                  Meja dan kursi wasit.
1.4                  Formulir pertandingan dan alat tulis.
1.5                  Jam pertandingan, gong, dan bel.
1.6                  Lampu babak.
1.7                  lampu isyarat berwarna merah,biru, dan kuning.
1.8                  Bendera kecil berwarna merah dan biru.
1.9                  Timbangan
1.10              Lain-lain sesuai perlengkapan yang dibutuhkan.



2.      Perlengkapan Bertanding Pencak Silat

2.1                  Pakaian, menggunakan pakaian pencak silat warna hitam sabuk putih, badge IPSI di sebelah kiri.
2.2                  Perlindungan badan (body protector) warna hitam sesuai standar IPSI.
2.3                  Pesilat putra menggunakan pelindung kemaluan (genetile protector).
2.4                  Gum shil
2.5                  Perlindungan sendi.

F.     Gerakan/Teknik dalam Pencak Silat

1.              Sikap Kuda-kuda
Sikap berdiri kuda-kuda adalah adalah sikap dasar dengan posisi kaki tertentu sebagai dasar tumpuan untuk melakukan sikap dan gerakan bela serang. Latihan ini dilakukan dengan sikap tegak dan dua kepalan tangan di pinggang. Sikap ini terdiri dari sebagai berikut.
1.1  Kuda-kuda depan yaitu dari posisi berdiri kuda-kuda salah satu kaki ditarik ke depan dengan lutut tetap ditekuk, sedangkan kaki lainnya di belakang dan berat badan bertumpu di kaki depan.
1.2  Kuda-kuda belakang yaitu dari posisi berdiri kuda-kuda salah satu kaki berada di depan, sedangkan kaki lainnya berada di belakang dan berat badan bertumpu di kaki belakang.
1.3  Kuda-kuda tengah yaitu sikap kedua kaki melebar sejajar dengan bahu dan berat badan ditopang secara merata oleh kedua kaki, dapat juga dilakukan dengan posisi serong.
1.4  Kuda-kuda samping yaitu kuda-kuda dengan posisi kedua kaki melebar sejajar dengan tubuh dan berat badan bertumpu di salah satu kaki yang menekuk ke kiri dan ke kanan.
1.5  Kuda-kuda silang depan dan silang belakang yaitu dari posisi sikap berdiri kuda-kuda tarik salah satu kaki secara serong ke depan kanan atau kiri, atau ke arah belakang kanan atau kiri.
 

2.               Sikap Pasang
       Sikap pasang adalah suatu sikap siaga untuk melakukan pembelaan atau serangan yang berpola dan dilakukan pada awal serta akhir rangkaian gerakan. Sikap pasang mempunyai unsur-unsur sebagai berikut.
Ø Sikap kuda-kuda
Ø Sikap tubuh
Ø Sikap tangan
      Sikap pasang merupakan hal yang penting dalam permainan dan pertandingan pencak silat. Sikap pasang terdiri dari sebagai berikut.
Ø Sikap pasang atas
Ø Sikap pasang tengah
Ø Sikap pasang bawah
 
Cara melaukan sikap pasang sebagai berikut
1.              Pandangan lurus ke depan.
2.             Kaki dibuka agak lebar, salah satu kaki depan, dan kedua lutut ditekuk. Hal tersebut ditujukan untuk mendapatkan posisi tubuh yang stabil dan kuat.
3.              Berat badan terletak pada kaki belakang
4.              Posisi kedua tangan melakukan sikap pasang di depan dada.
3.              Sikap Tangkisan
3.1          Tangkisan Atas
Salah satu tangan membentuk tinju, posisi tangan berada di depan antara ubun-ubun dan kening, dengan tujuan memberi tangkisan yang dilakukan dari bawah ke atas untuk melindungi kepala dari serangan lawan
3.2          Tangkisan Belah Tengah
Tangkisan belah tengah dilaukan dengan kedua lengan dan mengarahkan ke luar.
3.3          Tangkisan Silang Atas / Jepit Atas
Tangkisan yang menggunakan kedua lengan yang menyilang dengan perkenaannya sudut persilangan lengan, arahnya dari atas ke bawah dan sebaliknya.
3.4          Tangkisan Luar
Tangkisan luar dilakukan dengan membuang ke arah luar.
3.5          Tangkisan Bawah
Tangkisan ini dilakukan dengan membuang arah ke luar.   

 
4.              Hindaran dalam Pencak Silat
4.1  Hindaran Hadap
Menghindar dengan memindahkan kaki sehingga posisi tubuh menghadap lawan.
4.2  Hindaran Sisi
Menghindar dengan memindahkan kaki sehingga posisi tubuh menyamping lawan.

5.              Pukulan dalam Pencak Silat
Pengertian pukulan dalam pencak silat adalah serangan yang dilakukan menggunakan tangan kosong sebagai komponennya. Pada prinsipnya segala teknik pukulan yang terdapat dalam pencak silat  boleh digunakan untuk menyerang bagian-bagian tubuh lawan yang disahkan untuk diserang dalam upaya memperoleh angka.

6.              Tendangan dalam Pencak Silat
6.1  Tendangan Sabit
   Tedangan sabit dilakukan dalam lintasan setengah lingkaran. Bagian yang dikenakan yaitu bagian punggung telapak kaki atau pangkal jari telapak kaki dengan sasaran seluruh bagian tubuh.

6.2  Tendangan Lurus
    Tendangan lurus yaitu tendangan yang menggunakan ujung kaki dengan tungkai lurus.Tendangan ini mengarah ke depan pada sasaran dengan meluruskan tungkai sampai ujung kaki. Bagian kaki yang kena saat menendang adalah pangkal bagian dalam jari-jari kaki. Posisi badan menghadap ke sasaran.

6.3  Tendangan T
Tendangan T hampir sama dengan tendangan lurus, yaitu menggunakan sebelah kaki dan tungkai. Lintasannya lurus ke depan dan perkenaannya pada tumit, telapak kaki, dan sisi luar telapak kaki. Tendangan ini biasanya digunakan untuk serangan samping dengan sasaran seluruh bagian tubuh.


G.    Nilai Positif Adanya Pencak Silat
Beberapa nilai positif yang diperoleh dalam olahraga beladiri pencak silat adalah:
1.      Kesehatan dan kebugaran
2.      Membangkitkan rasa percaya diri
3.      Melatih ketahanan mental
4.      Mengembangkan kewaspadaan diri yang tinggi
5.      Membina sportifitas dan jiwa ksatria
6.      Disiplin dan keuletan yang lebih tinggi

H.    Jenis Organisasi Pencak Silat di Tingkat Nasional maupun Internasional
1.      PERSILAT : Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa
2.      IPSI : Ikatan Pencak Silat Indonesia
3.      FP2STI : Forum Pecinta dan Pelestari Silat Tradisional Indonesia
4.      PESAKA Malaysia : Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia
5.      PERSISI : Persekutuan Silat Singapore
6.      EPSF : European Pencak Silat Federation









BAB III
PENUTUP

A.       Kesimpulan

Pencak silat adalah adalah suatu seni bela diri tradisional yang berasal dari Indonesia. Seni bela diri ini secara luas lebih dikenal di negara-negara Asia maupun Eropa. Terbukti dari banyaknya organisasi-organisasi pencak silat yang tumbuh dengan pesat, seperti:  PERSILAT di Indonesia, IPSI, PESAKA di Malaysia.
Berkembangnya seni pencak silat tidak terlepas dari sejarah awal mulanya berdiri pencak silat. Berawal dari nenek moyang bangsa Indonesia yang berusaha untuk mempertahankan dirinya dari ancaman dan tantangan alam, Kerajaan-kerajaan besar yang memiliki prajurit dan pendekar-pendekar yang siap berperang, Pahlawan nasional bangsa Indonesia, seperti pangeran Diponegoro yang melawan penjajah, sampai pada akhirnya bela diri berkembang seiring berkembangnya jaman.

B.       Saran

Pencak silat merupakan salah satu warisan yang patut untuk terus dijaga dan dikembangkan. Melalui serangkaian proses perputaran zaman sampai pada akhirnya pencak silat menjadi hak paten sebagai cabang olahraga yang diakui baik dari nasional maupuan internasional. Maka sudah sepatutnya pencak silat harus terus dijaga, dilestarikan, dan dikembangkan.




DAFTAR PUSTAKA




CATATAN

.................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................... ....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................










MAKALAH PENJAS - PENCAK SILAT